Little India, Orchard, China Town, Clarke Quay : Singapore Trip Day 1

Tahun lalu, tepatnya bulan Oktober 2015. Saya dan 4 orang teman melancong ke negeri singapura selama 4 hari 3 malam. Awalnya iseng-iseng berhadiah, karena dapet tiket promo dari Air Asia bulan Februari 2015. Lumayan pesimis akan jadi berangkat awalnya, mengingat jelang waktu yang cukup lama. Tapi akhirnya bulan Oktober tiba, passport sudah siap, penginapan sudah booking via airbnb.
Kami mendapat harga tiket PP Bandung-Singapura-Bandung include airport tax sebesar 700rb-an saya lupa tepatnya. Penginapan di daerah little india, dengan host Ali, harganya ekonomis perorang 150.000 permalam.

Berangkat dari Bandung, Bandara Husein Sastranegara penerbangan jam 07.20, artinya satu jam sebelumnya sudah check-in. Saya tiba bersama 2 orang lainnya sekitar pukul 06.00, saya berangkat bersama pacar saya Anshar dan teman saya Chepy. Sampai di bandara Renisa telah tiba lebih dulu dan kami tinggal menunggu Yana, teman sekaligus tour guide kita dalam perjalanan ini. Sampai jam 06.20 Yana belum sampai juga, kami sudah menelpon berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Sempat panik, takutnya dilarang check-in. Belum apa-apa masa ga jadi 😦 . Akhirnya jam 06.40 Yana tiba, kami langsung lari menuju ke dalam bandara. Setelah cek ini itu, sempat dimarahi petugas karena telat, akhirnya kami berada di dalam pesawat. Yay!!

Keberangkatan pagi ini paling ditunggu karena bisa lihat pemandangan dengan jernih, apalagi waktu itu cuacanya sedang bagus. Tapi namanya tiket promo, apa boleh buat kebagian tempat duduk gak deket jendela dan berdampingan sama orang yang gak dikenal haha. Karena perjalanan menuju singapura dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam, maka di dalam pesawat hanya melakukan aktifitas membaca buku menu, makan cemilah,baca majalah, mengisi data imigrasi dan kemudian tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa kita sudah mau mendarat. Kami tiba di terminal 1 Changi Airport sekitar pukul 09.20 waktu singapura. Kemudian langsung sibuk konekin hp ke wifi gratis, maklum lah anak muda harus stay connected hehe. Setelah itu istirahat sebentar, ke toilet, muterin changi, periksa periksa di gate, dan langsung cari tempat untuk beli tiket MRT (Adult EZ-Link Card). Oh iya kita ga terlalu explore changi karena takut kelamaan jadi cuma liat-liat yang kelewatin aja.
Kita kemudian dapet Adult EZ-Link Card seharga $12 SGD atau sekitar 120.000 di dalamnya udah ada saldo kalo ga salah $7 SGD. Langsung meluncur ke penginapan menggunakan MRT. Tadinya kalo sesuai jadwal mau ke Ferrer Park, tapi berhubung kami berangkat hari Jumat jadi buru buru ke penginapan karena ngejar solat jumat di mesjid dekat penginapan.

Sekitar jam 12.30 sampai di penginapan. Penginapan ini dari stasiun MRT hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 menit sebenarnya, tapi karena pintu keluar dari stasiun banyak banget, malah kami keluar dari pintu yang salah dan akhirnya jalan kaki cukup jauh sekitar 10 menit. Dari luar bangunannya sangat menarik dan bagus buat di foto. Kami kira  akan mendapat 2 kamar, ternyata kami dapat 1 kamar family room. Jadi dalam satu ruangan kamar itu, ada lotengnya. Kasur tersedia di bawah dan loteng. Karena perempuan harus dapat yang terbaik maka kami dapat tidur di kasur bawah yang lebih comfy.

IMG_5431

Untuk detail bisa cek disini. Overall rumahnya Ali ini nyaman sih, dengan pintu otomatis, kamar mandi terpisah free wifi, free coffee and tea 24 jam, free breakfast (toast) dan ada dapur bersama. Waktu sampai kami disambut hangat oleh Ali dan Si Mbak  (orang Indonesia yang ternyata adalah pembantu Ali). Lalu hanya sebentar selonjoran, sudah terdengar adzan dan para kaum adam bergegas ke masjid. Saya dan Renisa diam di kamar, Renisa malas mandi sementara saya kegerahan tapi malas juga dan akhirnya cuma ganti pampers LOL karena saya sedang berhalangan saat itu. Kira-kira jam 2 waktu Singapura, para kaum adam sudah selesai jumatan. Kami siap-siap pergi ke daerah Orchard. Sebelumnya kami mau makan siang dulu, lalu pergi ke Mall dekat penginapan, City Square Mall. Tapi sampai disana bukan langsung ke foodcourt malah langsung cari rooftop skynya. Untung masih buka karena ternyata tutup jam 17.00. Oh iya hari itu Singapura mendung banget, bisa dilihat dari foto-fotonya dibawah ini.

Setelah foto-foto sebentar kemudian niatnya mau makan. Karena malas-malasan dan lama mikir akhirnya lanjut ke orchard (padahal mah udah laper banget). Sampai di orchard, kita pergi ke salah satu mall mewah ION. tadinya mau ke ION Sky art gallery, tapi karena lagi ada event jadi ION sky art gallery tutup untuk umum, kecewa 😦 . Akhirnya cuma foto-foto aja di depan mall, oh iya waktu itu tiba-tiba hujan deras jadi kami putuskan buat diem dulu aja di mall. Cuma bisa diem sama foto-foto sambil mupeng liatin tas branded yang harganya jauh dari bekal yang dibawa saat itu 😦

Setelah hujan agak reda kembali kami menyusuri jalan orchard buat nyari mesjid karena udah masuk waktu ashar. Di daerah orchard ada mesjid cukup besar, tapi sayang waktu itu sedang dibangun, jadi agak sedikit kotor dan tempat wudhu dengan tempat solat berjauhan. Kemudian kami pergi dari daerah orchard, rencananya mau makan karena udah laper banget. Makan di foodcourt sebuah mall dan mencari makanan halal. Akhirnya memesan nasi dan ayam ($6 SGD)  lalu tak lupa membeli es serut ($4 SGD) khas singapura. Kemudian perjalanan berlanjut ke daerah China Town, belum belanja cuma mau liat-liat dan cari mesjid (berasa perjalanan rohani karena selalu cari mesjid). sekitar pukul 18.30 sampai di China town, jam segitu di Singapur masih terang ya, jadi inilah foto-fotonyaaa..

Setelah solat di mesjid Jamae Chinatown, langsung naik MRT menuju Clarke Quay untuk menikmati keindahan malam di Clarke Quay dan nongkrong disana sampai malam.

Sampai malam galau-galauan sambil bercanda dan sambil jalan-jalan menyusuri malam di Singapura, tiba-tiba ada kejadian tidak terduga! Kartu EZ link card aku hilang. Kayanya jatoh entah dimana dan baru sadar saat mau naik MRT. Jadi disana ketika yang lain mau top up, maka aku beli lagi dan ngeluarin uang lebih banyak +- $15 SGD. Habis nongkrong, gak langsung ke penginapan, tapi anter Yana ke daerah bugis, karena cari timezone mau main Maymay (bener atau salah ya penulisannya) sambil jalan-jalan di daerah sana. Karena waktu itu tanggal 30 Oktober, di pasar bugis digunakan sebagai arena misteri. banyak banget orang pake kostum hantu dan para peserta yang akan masuk ke arena pasar hantu.

Setelah dari bugis, demi menghemat saldo EZ link, maka kami putuskan jalan kaki, tanpa Yana tour guide kita. Sempet was was karena gak pegang peta sama sekali, sempet liat google maps, itupun offline, karena kita ga jadi beli kartu atau paketin internet roaming disana. Akhirnya setelah kurang lebih 30 menit jalan kaki yang lumayan jauh dan bikin lecet, sampai lah kita di rumah Ali. Karena sudah malam, sampai disana langsung mandi dan waktunya posting di sosmed  istirahat. Get ready for the next part!.

Iternary cost Day 1:

Ez Link Card : SGD 12

Makan siang-malam : SGD 10

Ez Link Card + Top UP : SGD 15

Total Day 1 : $37 SGD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s