My Bestfriend is getting married, soon.

FormatFactoryIMG20170414120720
a day spent with

Dari sekian banyak teman yang aku punya, bisa dihitung jari berapa yang benar-benar dekat. Salah satunya Winda. Dia teman kuliah dan kenal sejak tahun 2010. Pertemanan aku sama dia ini adalah jenis pertemanan yang banyak mainnya sama ngobrolnya. Temenan dari jaman mandi abis mata kuliah olah raga di kosan Winda, jaman cupu-cupu ga bisa ngerjain tugas besar pemrograman, waktu kasmaran, temen foto-foto, temen inep-inepan kalo main sampe malem, temen galau sampe nangis-nangis ga jelas sampe sekarang temen susah senang di Jakarta. Rasanya lucu juga kalo inget masa-masa yang dihabiskan berdua. Seringnya main ke mall, jalan dari siang sampe malem, kadang sampe mallnya tutup. Di mall makan kemudian ngobrol panjang lebar, pulang ke kosan Winda kemudian ngobrol lagi sampe pagi. Setahun ke belakang adalah masa-masa jatuh bangun kita. Pernah ada masa liat dia sedih banget dimana aku dan Ica cuma bisa dengerin curhatan dia. Tapi emang Allah itu maha penyayang, kadang lewat ujian itu kita bisa bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. And She did it. Pernah sebelum bulan Ramadhan kita bertemu di kemang village dan dia cerita bahwa ada seorang “Uda” (Panggilan untuk kakak laki-laki dalam bahasa minang) yang hendak serius padanya. Dan benar saja, beberapa hari setelah Idul Fitri kemarin, Winda dilamar.

Waktu tau kabar dia dilamar, rasanya kok SEDIH banget ya? Terharu iya, happy iya tapi terus galau juga, terus sedih, terus pengen nangis. Gak tau kenapa pokoknya seharian jadi mellow. But I’m trully feeling happy for her. Gak nyangka, cewek yang beberapa bulan lalu bilang “Tenang aja Nda, masih muda gak usah galauin nikah”, kemudian dia duluan yang nikah. Hidup memang ajaib, jodoh apalagi. See you on your big day Winda!

 

Iklan

Balada Umur 24

Kalo ditanya masa paling gado-gado selama hidup sebenernya kalo mau jawab waktu umur 23 (Well, karena aku baru 24 Juni kemaren). Umur 23 itu waktu dimana mulai belajar susahnya hidup dewasa. Dulu aku hidup di Bandung, kerja disana sejak lulus kuliah. Di Bandung awal-awal masih kerasa seneng karena temen masih banyak. Tapi seiring waktu, satu persatu lulus kuliah dan kebanyakan kembali ke kampung halaman atau tetep satu kota tapi sibuk banget sama kerjaannya. Beruntungnya waktu itu pacarku masih tinggal satu kota, sampai akhirnya dia pindah kerja dan di tugaskan ke Kota Kediri (walaupun cuma satu bulan). Singkat cerita waktu umur 23 banyak banget merasa sepinya. Jauh dari keluarga, teman-teman udah mulai banyak yang menikah, punya keluarga sendiri, punya anak dan mungkin mulai lupa bahwa aku ada di dunia ini *lebay*.

Balada umur 23-24 itu masih sangat terasa sampai sekarang pindah ke Jakarta. Apalagi di Jakarta ini sepi pertemanan. Sebenernya banyak yang kerja di Jakarta, tapi kadang males keluar karena panas, macet dan balada ibu kota lainnya. Belum lagi sekarang ini harus LDR Jakarta-Bandung yang sebenernya ga segitu jauhnya, tapi ga mungkin juga kalo tiap minggu harus bela-belain pergi ke Bandung.

Belum lagi dorongan dari keluarga, sanak saudara, teman-teman yang selalu nanya “kapan nikah” menambah rentetan kepusingan di umur 23-24. Well, tapi yang namanya hidup gak bisa pas kita mau langsung kejadian gitu aja. Kalo ditanya mau nikah apa ngga, pasti jawabannya “mauuuuu”, tapi nikah kan ga segampang beli aqua gelas. Apalagi aku ga bisa nikah sama diri sendiri, maksudnya pertimbangannya bukan hanya dari sisi aku tapi dari sisinya dan sisiNya juga pihak-pihak terkait, seperti keluarga.

Tapi apapun baladanya, sebenarnya yang terpenting itu adalah selalu bersyukur. Kalo dipikir lagi bisa hidup cukup seperti sekarang juga udah alhamdulillah, jadi biarlah balada itu berlalu dengan semestinya. Toh hidup memang begitu, detik ini bahagia detik berikutnya bisa aja sedih sesedih-sedihnya. Jadi yang penting selalu bersyukur, sabar, ikhlas dan jangan putus doanya agar dijauhkan dari segala balada-balada lainnya.

 

A new welcome

Dulu inget banget nulis blog ini dengan tujuan hanya untuk tugas kuliah. Tapi belakangan ini tersadar bahwa sering bilang hobi nulis tapi gak rajin nulis blog rasanya ada yang timpang. Blog ini sendiri dibuat sebagai diary, nulis apapun yang ada dikepala -karena seringnya terlalu banyak mikir dan harusnya pemikiran itu baiknya ditulis agar tidak lupa, meski yang baca hanya diri sendiri . Ada niat lain pula yang melatar belakangi penulisan blog ini kembali yang *kalo gak males* bakal disisipkan ilmu-ilmu yang udah didapet selama jadi data scientist.

Hobi menulis dan membaca mulai pudar disaat keracunan media sosialseperti instagram dan pinterest. Sempat ingin mengubah hobi menjadi “main instagram” atau “scrolling pinterest” tapi terlihat kurang keren. Jadi this is a welcome post. Semoga ada yang baca.

Seharian di Sentosa, Seharian naik cable car, Shopping Time: Singapura Trip Day 3 & 4!

Hari ketiga bener-bener puas di pulau Sentosa. Satu hari ga bakal cuku sih kalo mau nyobain semua hal yang ada disana. Ada dua cara buat menuju Sentosa, naik MRT khusus atau cable car. Harga MRT tentu lebih murah, tapi biar seru kami memutuskan untuk menggunakan cable car menuju Sentosa. Harga tiketnya S$29 kalo ga salah, dengan harga segitu kita udah bisa PP dan juga ditambah perjalanan ke Mount faber. Jadi tujuan pertama kita adalah ke mount faber. Disana tidak seramai di merlion park padahal ada patung merlion juga. Oh ya, cable carnya ini nyaman banget, dan pastinya ketinggiannya lumayan loh, jarak tempuhnya juga cukup jauh. Jadi worth banget karena bisa lihat negara ini dari ketinggian. Selain ada patung merlion, di mount faber ini ada bell of happiness, sama rainbow stairs. Bagus buat spot foto, ada pelajaran sejarahnya juga loh di tembok-tembok yang ada di dekat patung merlion.

Setelah puas foto-foto di mount faber, lanjut ke sentosa. Disana gratis naik cable car juga loh. Ada permainan yang kita coba disana dan muter-muterin pantainya sampai ujung. Lumayan seruuuu! tapi waktunya kurang lama kalo kita mau masuk ke museum-musem atau universal studio. Jadi cukup foto depan bumi universal itu, dan main di pantai sampai sore.

Setelah puas jalan-jalan di pantai, kurang-lebih ada 3 pantai disana. Malam harinya kita makan malam di arena universal studio, terus nunggu show crane dance yang ada disana. Jam 9 atau 10 malam shownya baru mulai. Shownya keren banget! setelah puas seharian di sentosa, malam hari setelah show selesai langsung pulang ke penginapan.

Hari ke 4 ga banyak foto-foto, tapi setengah hari digunakan untuk belanja oleh-oleh dan sorenya pulang kembali ke Bandung!

 

Merlion, Gardens By The Bay, Orchard : Singapura Trip Day 2!

Hari Kedua di Singapura, setelah kegerahan sepanjang malam dan susah tidur (padahal udah pake AC) akhirnya bangun tetap subuh jam Indonesia (jam 5) dimana di penginapan masih sepi, padahal kemaren kalo liat-liat banyak bule-bule (mungkin masih tidur). Jam 5 bangun, langsung mandi bergiliran. Setelah mandi langsung ke dapur umum, bikin teh manis, roti bakar, sama pop mie (maklum backpacker hehe..). Setelah sarapan, kurang lebih jam 8 pagi kami berangkat, jalanan masih sepi! daaan kita hari ini akan pergi ke yang punya singapura haha patung merlion legendaris, belum ke singapura kalo belum foto di merlion. Sebenernya patung tersebut ada di 7 tempat, Tapi cuma 4 yang kita kunjungi kali ini yaitu di area marina bay sands (disini ada 2 patung), sentosa island dan Mount Faber (yang terakhir masih jarang dikunjungi, nanti diceritakan di hari berikutnya!).

Sebelum ke merlion kita ke Clarke Quay, penasaran mau liat pas pagi kaya gimana. Dan juga sebenarnya di jadwal harusnya naik perahu di clarke quay, tapi karena ga pengen-pengen banget maka gajadi naik.

Baca lebih lanjut

Little India, Orchard, China Town, Clarke Quay : Singapore Trip Day 1

Tahun lalu, tepatnya bulan Oktober 2015. Saya dan 4 orang teman melancong ke negeri singapura selama 4 hari 3 malam. Awalnya iseng-iseng berhadiah, karena dapet tiket promo dari Air Asia bulan Februari 2015. Lumayan pesimis akan jadi berangkat awalnya, mengingat jelang waktu yang cukup lama. Tapi akhirnya bulan Oktober tiba, passport sudah siap, penginapan sudah booking via airbnb.
Kami mendapat harga tiket PP Bandung-Singapura-Bandung include airport tax sebesar 700rb-an saya lupa tepatnya. Penginapan di daerah little india, dengan host Ali, harganya ekonomis perorang 150.000 permalam.

Berangkat dari Bandung, Bandara Husein Sastranegara penerbangan jam 07.20, artinya satu jam sebelumnya sudah check-in. Saya tiba bersama 2 orang lainnya sekitar pukul 06.00, saya berangkat bersama pacar saya Anshar dan teman saya Chepy. Sampai di bandara Renisa telah tiba lebih dulu dan kami tinggal menunggu Yana, teman sekaligus tour guide kita dalam perjalanan ini. Sampai jam 06.20 Yana belum sampai juga, kami sudah menelpon berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Sempat panik, takutnya dilarang check-in. Belum apa-apa masa ga jadi 😦 . Akhirnya jam 06.40 Yana tiba, kami langsung lari menuju ke dalam bandara. Setelah cek ini itu, sempat dimarahi petugas karena telat, akhirnya kami berada di dalam pesawat. Yay!! Baca lebih lanjut

Ragam Dialog di Aplikasi LiveForest

Pada tugas pertama ide saya adalah membuat EcoPad, tablet yang di dalamnya terdapat aplikasi yang bisa memantau keadaan hutan di seluruh dunia, dan aplikasi lainnya mengenai tanaman. Nah, salah satu aplikasinya saya namakan LiveForest aplikasi yang bisa memberikan data secara real-time menganai keadaan hutan.
Nah, ragam dialog yang cocok dipakai di aplikasi LiveForest itu yaitu ragam dialog icon, ragam dialog sistem penjendelaan dan ragam dialog manipulasi langsung. Mengapa ketiga dialog itu yang dipakai? Saya cenderung lebih memilih icon dibanding menu karena lebih interaktif dan lebih bagus di terapkan pada aplikasi LiveForest. Kemudian ada sistem penjendelaan karena informasi bisa didapat secara offline dan online, (secara offline data di dapat dari history terakhir ketika terhubung ke internet) nah ragam dialog penjedelaan akan terpakai karena saat icon di klik dia akan membuka jendela baru. Kemudian ragam dialog manipulasi langsung digunakan karena aktifitas akan segera dikerjakan ketika kita memberi instruksi (ada sistem sensor).